“Aku titipkan namamu di langit,” kalimat paling romantis yang pernah ada. Tapi sebelum kamu terbang ke bulan, mari kita bongkar dulu: sertifikat penamaan bintang itu benar-benar masuk catatan resmi NASA, atau cuma secarik kertas manis yang bikin hati melt? Jangan sampai kado spesialmu malah jadi bahan candaan di grup WhatsApp keluarga.

Faktanya, NASA Tidak Jual Nama Bintang (Sama Sekali)
Ini yang paling penting: NASA tidak pernah, tidak sedang, dan tidak akan menjual nama bintang. Badan antariksa Amerika itu fokus pada misi ilmiah, bukan bisnis sentimental. Satu-satunya lembaga yang berwenang memberi nama bintang resmi adalah International Astronomical Union (IAU), dan mereka strictly hanya menggunakan nomor katalog dan koordinat ilmiah.
Jadi kalau ada layanan yang mengklaim “NASA-certified”, itu cuma trik marketing. IAU sendiri punya pernyataan resmi di website mereka: “IAU tidak mendukung penjualan nama bintang komersial”. Tapi jangan langsung sedih—ini bukan berarti kado bintang itu worthless.
Jadi, Apa yang Kamu Beli Sebenarnya?
Ketika kamu beli paket “Name a Star”, kamu sebenarnya membeli layanan registrasi dalam database komersial perusahaan tersebut. Bukan database NASA, bukan pula atlas bintang internasional. Think of it seperti membuat graffiti di dinding pribadi yang sangat terpelihara—keren dan bermakna, tapi bukan nama jalan resmi kota.
Yang Pasti Kamu Dapatkan:
- Sertifikat cetak (digital/physical) dengan nama bintang pilihanmu, koordinat, dan tanggal penamaan
- Peta langit yang menunjukkan lokasi bintang tersebut
- Buku atau booklet tentang astronomi (bisa jadi versi digital)
- Some services menyediakan aplikasi untuk melacak “bintangmu” di langit
Harga? Mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 jutaan tergantung paket—yang mahal biasanya paket “bintang binary” atau “bintang di galaksi tertentu”.

Bandingkan Layanan Populer: Mana yang Paling Legit?
Nggak semua layanan bintang diciptakan sama. Beberapa punya database lebih rapi, customer service lebih baik, dan presentasi lebih aesthetic. Ini perbandingan quick & dirty:
| Provider | Keunggulan | Catatan Penting | Price Range |
|---|---|---|---|
| International Star Registry (ISR) | Paling tua (1979), sertifikat klasik & elegan | Database mereka sendiri, bukan resmi IAU | $59-$159 |
| Star Register | Aplikasi AR canggih, UI modern | Terdaftar di UK, tapi tetap komersial | £39-£99 |
| Online Star Register (OSR) | Bisa pilih bintang di konstelasi spesifik | Ada biaya tambahan untuk binary star | €49-€129 |
| Star Naming (dot com) | Harga paling ramah, review bagus | Sertifikat digital lebih dominan | $29-$79 |
Pro tip: Cek apakah mereka kirim sertifikat fisik atau cuma digital. Untuk kado, yang fisik tetap lebih memorable. Juga pastikan ada money-back guarantee—ini tanda layanan yang accountable.
Kapan Kado Bintang Itu Worth It (dan Kapan Malah Jadi Faux Pas)
Sebagai kurator hadiah, aku punya prinsip: it’s not about the certificate, it’s about the gesture. Kado bintang pas banget untuk:
- Anniversary jangka panjang—simbol “cinta kita abadi seperti bintang”
- Memorial untuk orang terkasih—bikin mereka “hidup” di langit
- Pencapaian besar—“kamu bintang di bidangmu”
- Long-distance relationship—bintang yang sama bisa dilihat berdua
Tapi hindari untuk:
– Seseorang yang super praktis atau sains-sangat (mereka bakal fact-check dan kecewa)
– Acara formal seperti wedding dari keluarga konservatif (bisa dianggap kurang “substance”)
– Kado terakhir menit tanpa penjelasan personal—kan malah keliatan kayak beli dadakan

“Kado bintang itu seperti puisi: nilainya bukan di keabsahan kata, tapi di getaran hati yang tercipta.”
Cara Membuatnya Terasa “Resmi” (Walau Secara Teknis Nggak)
Kamu bisa upgrade nilai sentimental sertifikat komersial ini dengan beberapa trik:
1. Sertakan cerita personal di balik pemilihan nama bintang—kenapa nama itu? Kenapa tanggal itu?
2. Frame sertifikatnya bagus, bukan cuma dikasih plastik. Beli frame minimalis dari toko craft.
3. Buat ritual melihat bintang—jadwalkan date night stargazing, lengkap dengan thermos cokelat hangat.
4. Tambahkan anotasi manual di sudut sertifikat: koordinat lokasi kamu & pasangan, atau quote favorit.
Ini bikin kado bintang terasa lebih “dikerjain” daripada sekadar checkout online.
Alternatif Lebih “Ilmiah” Kalau Dia Tipikal Fakta-Oriented
Kalau doi tipe yang bakal nanya, “Ini bintangnya magnitude berapa?” mungkin kamu butuh alternatif yang lebih solid:
- Adopt a Star dari Zooniverse—duitnya untuk riset astronomi, dapat data bintang nyata
- Donasi ke observatorium lokal atas namanya, dapat surat terima kasih resmi
- Beli asteroid naming rights (ini mahal banget, tapi ada lelang rutin)
- Pre-order nama di Mars lewat program SpaceX (eh, ini gimmick juga sih)
Tapi yang paling dekat: belikan telescope entry-level dan ajarkan dia melihat bintangnya sendiri. Itu kado yang interaktif dan nggak perlu sertifikat.
Final Verdict: Gimmick atau Bukan?
Ya, ini gimmick—tapi gimmick yang punya makna kalau kamu jalankan dengan niat. Beda dengan gimmick murahan yang cuma buang uang. Kado bintang itu soal simbolik, bukan legalitas.
Kalau kamu jujur dari awal, “Sayang, ini bukan nama resmi NASA, tapi ini bintangku pilihkan untukmu,” malah keliatan dewasa dan thoughtful. Yang penting, jangan samakan dengan investasi atau aset ilmiah. Ini kado emosional, dan dalam ranah emosional, ia legit AF.
Jadi, ready buat bikin pasanganmu nangis happy? Atau mau cari kado lain yang lebih grounded? Either way, yang terpenting adalah ceritamu di balik kado itu—not the fine print on the certificate.




